Saudara pasti kenal dengan cerita Putri Salju, Aladin, Pinokia, Simba dll. Bagaimana dengan generasi anak-anak tahun 2013 ini? Yang terlintas dari pikiran mereka rata-rata adalah cerita Doraemon, Angry Bird, Upin-Ipin yang keseluruhan merupakan cerita-cerita yang berasal dari luar yang sukses membekam cerita-cerita lokal melalui pemanfaatan teknologi. Tentu saja hal ini merupakan kejadian miris bagi kekayaan budaya Indonesia yang mulai ditinggalkan rakyatnya sendiri. Begitu juga halnya dengan di Bali. Wacana "Ajeg Bali" hanyalah sebuah 'WACANA' apalagi di kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Bali akan dihapus. Mengerikan bagi Bali. Kenapa? Karena pohon yang tinggi dan lebat jika tidak memiliki akar yang kuat akhirnya akan jatuh juga. Coba tengok negara China ataupun Jepang. Betapa mereka menjaga budaya mereka. Berbeda dengan kita sendiri yang terkesan malu dengan budaya kita sendiri.
Kembali ke topik cerita lokal. Berapa jenis cerita lokal kah yang anda kenal saat ini. Coba sebutkan dan ingat mulai dari SEKARANG.
Di Bali ada beberapa cerita lokal/dongeng yang cukup terkenal dimasanya. Diantaranya adalah cerita Meng Kuuk dan Siap Selem. Cerita ini sarat dengan pesan moral bagi anak-anak agar tidak melawan orang tua. Dimasa yang serba canggih dan serba sibuk ini orang tua banyak yang kesulitan membagi waktu dengan anaknya khususnya untuk kegiatan mendongeng. Maka dari itu pemanfaatan teknologi adalah salah satu cara untuk menjalankan kegiatan mendongeng.
Berikut merupakan dongeng interaktif berjudul SIAP SELEM DAN MENG KUUK yang saya buat dengan bantuan pendongeng kawakan dari Bali yaitu bapak Made Taro selaku penulis cerita dan saya selaku illustrator dan animator.
Silahkan di-download secara gratis pada link berikut:
No comments:
Post a Comment